Trading adalah sebuah permainan untuk menganalisa trend, hasil akhirnya hanya ada 2: apakah harga akan mengikuti trend (trend continuation/tc) ataukah akan melawan trend (counter trend/ct) ? Kejenuhan pasar bisa menjadi suatu tolak ukur apakah harga akan mengikuti atau melawan trend. Kondisi market yang belum jenuh cenderung akan melanjutkan trend yang sudah ada sedangkan kondisi pasar yang sudah jenuh cenderung untuk melawan trend.

RSI dan/atau Stochastic Oscillator adalah 2 indikator yang sering digunakan untuk menentukan kondisi pasar sedang jenuh ataukah tidak. Kedua indikator ini akan menggambarkan pergerakan harga dengan skala 1 sampai 100, kita hanya tinggal menentukan 2 buah titik yang akan menentukan batas-batas adanya kejenuhan pasar, ada beragam versi 2 titik tersebut, 30 dan 70, 25 dan 75, 20 dan 80, 15 dan 85 atau 10 dan 90, saya sendiri lebih menyukai 20 dan 80.

image

Chart diatas menunjukkan bagaimana RSI dan Stoch digunakan, lihat bagaimana harga bergerak dalam channel dengan range yang sempit ketika harga berada diatas Stoch 80, pada posisi itu saya cenderung akan  menjauhi market hingga harga bergerak sebaliknya.

Tingkat kejenuhan pasar dalam multi timeframe

Kita harus berhati-hati dalam menentukan kejenuhan pasar dan hubungannya dengan timeframe yang kita analisa, karena bisa ketika chart mengindikasikan pasar yang telah jenuh pada chart H1 misal, tapi pada chart H4 sebenarnya dia masih berada pada posisi yang belum jenuh, ini bisa menjadi indikasi early counter trend atau hanya koreksi sesaat saja.


Leave a Comment